Riwandi. Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • About
Behance facebook Instagram

Riwandi

Di suatu malam, di Mcd, dengan kesenduan hati. banyak kejadian-kejadian yang terjadi di dalamnya. orang berlalu lalang mencari tempat untuk duduk. Anak remaja yang mengobrol. Sepasang kekasih saling tawa-menertawakan hal-hal yang mereka lihat. Dan seorang anak remaja dengan tatapan jenuh sambil memakan burger dengan kejunya yang meleleh setelah Ia gigit.

Yah, begitulah hidup. Hanya bisa memandangi dari kejauhan. Sebagai pendiam, diantara orang-orang yang mengocehkan sesuatu dengan lawannya. Tidak bisa melakukan apa-apa. Mau bicara sama siapa? Mau ketawa, menertawai apa? Mau sedih? Sudah. Tapi di dalam hati. Yang di lakukan, yah, hanya mengamati sekelilingnya. Sampai akhirnya, si pendiam berjumpa dengan sesosok wanita berjilbab hitam dengan kacamatanya yang terpantul cahaya dari laptopnya.

Si pendiam akhirnya mengeluarkan irama dalam mulutnya. "Wah..." Dengan nada yang sangat rendah. Saking rendahnya, hanya dia yang mampu mendengarnya. Si pendiam menatapnya dari jauh, sambil memakan kentang goreng hangat dengan balutan saus di ujung kepala kentang tersebut. Wanita yang menyerupai bidadari itu terus sibuk dengan laptopnya.

Ingin si pendiam menghampiri dan melakukan interaksi dengannya. Tapi dia lupa, bahwa pendiam, Hanya bisa mengamati dari kejauhan. Pendiam terus menatapi wanita tersebut, hingga kentangnya yang terakhir terlahap di mulutnya. Pendiam selalu membayangkan dirinya ada di sisi wanita tersebut. Sambil membantu wanita itu mengerjakan sesuatu di depan laptopnya.

Berkhayal, berkhayal, dan terus berkhayal. Itu lah yang pendiam lakukan. Sampai perutnya begah, akibat soda yang ia minum sampai habis. Pendiam kini tidak bisa apa-apa lagi. Ingin bertukar nama dengannya saja dia tidak bisa. Seperti tertahan oleh dirinya sendiri.

Dan sampai ujung penyesalan. Pendiam pun berdiri. Merapikan pakaiannya. Lalu, pergi... Meninggalkan tempat ia duduki. Dan tak akan pernah lagi melihat wanita seperti itu lagi. Sampai detak jantungnya berhenti.
Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

You can call me wandi.

My Page Views

Follow Me On

  • Behance
  • Facebook
  • Instagram

My Visitors

Blog Archive

  • ►  2018 (8)
    • ►  April 2018 (2)
    • ►  Maret 2018 (1)
    • ►  Februari 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (4)
  • ►  2017 (41)
    • ►  Desember 2017 (5)
    • ►  November 2017 (5)
    • ►  Oktober 2017 (4)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  Agustus 2017 (4)
    • ►  Juli 2017 (3)
    • ►  Juni 2017 (3)
    • ►  Mei 2017 (4)
    • ►  April 2017 (3)
    • ►  Maret 2017 (3)
    • ►  Februari 2017 (1)
    • ►  Januari 2017 (4)
  • ▼  2016 (13)
    • ►  Desember 2016 (3)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  Oktober 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (3)
    • ▼  April 2016 (1)
      • Hanya Berani Menatap
    • ►  Maret 2016 (1)
    • ►  Februari 2016 (2)
  • ►  2015 (30)
    • ►  November 2015 (8)
    • ►  Oktober 2015 (3)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (8)
    • ►  Februari 2015 (1)
    • ►  Januari 2015 (6)
  • ►  2014 (61)
    • ►  Desember 2014 (3)
    • ►  November 2014 (6)
    • ►  September 2014 (17)
    • ►  Agustus 2014 (6)
    • ►  Juli 2014 (3)
    • ►  Juni 2014 (11)
    • ►  Mei 2014 (3)
    • ►  April 2014 (3)
    • ►  Februari 2014 (3)
    • ►  Januari 2014 (6)
  • ►  2013 (11)
    • ►  Desember 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (2)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Agustus 2013 (3)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Januari 2013 (1)

Komunitas Warung Blogger

Created with by ThemeXpose | Copyright © Riwandi 2020