Salah jurusan adalah hal yang paling menakutkan oleh banyak orang, termasuk
gue. Sejujurnya, menjadi mahasiswa yang salah jurusan itu sama seperti tersesat
dalam sebuah labirinth yang luasnya 4 x 5 sama dengan 20 (masa seh??). pokoknya
menjadi mahasiswa yang salah jurusan itu seperti orang yang kebingungan di
dalam sebuah labirinth. Pengin keluar. Tapi, udah semester tua. Mau pindah
jurusan juga udah nanggung. Mau makan,
malah inget kamu (lah, malah nyanyi). Untuk kalian ketahui, nih. Buat menjadi mahasiswa
tua yang salah jurusan itu harus memiliki mental dan motivasi yang kuat untuk
melanjuti kuliah. Teruntuk itu, gue pun mengutuskan untuk memberi tips untuk
kalian, agar menikmati menjadi mahasiswa yang salah jurusan dan lulus menjadi
sarjana. Dan di bawah ini adalah tips yang akan gue berikan:
kalau kita lagi stress akibat
banyak kerjaan di kantor atau banyak tugas kuliah, biasanya, kita pergi ke tempat hiburan. Gue
kalau lagi stress, biasanya pergi ke bioskop sendirian. Menurut gue, kalau
nonton sendirian itu enak. Karena gak ada yang gangguin kita. Kayak misal di
ajak ngobrol. Soalnya, kalau kita nonton, terus ngajak temen atau pacar kita. Pasti
aja gituh di ajak ngobrol. Lagi enak-enak nonton, terus di ajak ngobrol,
“Eh, Wan.”
“Apaan??” gue
nengok ke kanan.
“Gue di
sebelah kiri, wey.”
Ketika kita mencintai seseorang, kita pasti bingung untuk menyampaikan
perasaan kita. Apalagi yang memiliki kepribadian Introvert. Untuk mendekati seseorang yang dia cintai saja susah.
Apalagi menyatakannya?? Butuh mental dan juga keberanian yang besar. Banyak
mengikuti cara-cara di artikel yang ada di internet. Tapi, hasilnya, tetep gak
berani buat menyatakan perasaannya. Untuk kalian, para Introvert yang sangat sulit untuk mengungkapkan perasaan kalian
terhadap orang yang kalian cintai. Gue akan memberikan 5 cara untuk menyatakan
perasaan kalian secara out of the box.
Mari kita simak bareng-bareng:
Biasanya di sini ada tulisan latar belakang. Dan biasanya, tulisannya
itu ngasih tahu tentang pemahaman tulisan ini kepada pembaca, mengenai apa yang
penulis ingin sampaikan dari tulisannya. Gituh. Jadi, penulis gak usah lah yah
ngasih latar belakang tentang ini. Kalian pasti paham kalau udah baca judulnya.
Yah? Yah? Mending langsung simak aja di bawah ini:
Sudah 7 tahun Gue
di temani oleh kesendirian. Sudah 3 kali mencoba dekat dengan seorang
perempuan. Tapi, naas, mereka pergi begitu saja. Sebab gue bukanlah level
mereka, sebagai cowok yang mereka idamankan. Teman-teman dekat gue selalu
memberikan motivasi dan wejangan yang mereka miliki. Tapi, diantara
wejangan-wejangan yang mereka anggap manjur kepada diri mereka. Tidak mujarap jika
di pakai gue. Seperti ada kutukan yang tertanam di badan gue ini. Setiap kali
sudah dekat dengan perempuan yang di taksir, pasti jejak mereka menghilang. Seakan-akan
gue ini adalah najis besar, yang harus di hindarkan.

