Menurut Saya, Bullying adalah orang-orang yang mengaku
dirinya lebih baik daripada orang yang dia bully,
padahal orang yang mem-bully-lah
yang sebenarnya orang yang sangat lemah. Orang yang hanya mampu menindas atau
mengejek orang-orang yang lemah mentalnya maupun fisiknya. Saya sangat kesal
sekali dengan perilaku orang yang suka menindas temannya. Lebih parahnya lagi,
temannya ini difabel. Seperti contohnya
kasus yang pernah terjadi sekitar 2 bulan yang lalu di Universitas Gunadarma,
Depok. Orang yang melakukannya adalah sekelompok Mahasiswa Fakultas Ilmu
Komputer (FIK) melakukan bullying terhadap Mahasiswa penyandang
disabilitas. Dan parahnya lagi adalah banyak orang yang mempertontonkan dan
merekamnya sampai di share di semua sosial media.
Mobile Legends adalah
game mobile bergenre MOBA (Massive Online Battle Arena) yang
dimainkan secara tim dengan gameplay 5 vs 5. Dan permainan di game ini, sama
seperti game di DOTA 2. Sama-sama menghancurkan tower,
sama-sama memiliki jenis hero yang sama, dan yang terpenting, gak sama kayak lu
yang suka ikut campur urusan orang lain. Eh, maaf. Jadi emosi sendiri. Dan game
ini, lagi booming banget dan juga banyak dimainin banyak orang. Mulai dari
mahasiswa, sampai ke bapak-bapak yang tiap keluar rumah, cuman pake sarung dan
kaos kutang doang. Itu pun ada sobekan di belakang kutangnya. Diantara orang
yang mainin game ini, cuman gue doang yang gak main game ini. Bukan karena gue
gak suka sama game ini. Cuman, hape gue ini gak kuat. Soalnya, hape gue ini
yang kalau di pencet tombolnya, bunyi suara “ay ya ya… bla kutchang bla
kuthcang”. Walaupun gue gak bisa buat mainin game ini. Tapi, gue selalu
perhatiin orang-orang yang mainin game ini. Dan di bawah ini, adalah tipe-tipe
orang yang main game Mobile Legends.
Tanggal 18 Agustus kemarin, gue
pergi liburan buat nenangin pikiran gue terhadap kuliah yang bentar lagi mau
semester 7. Gue pergi liburan ke Yogkarta bareng 4 orang temen kampus dan
sisanya adalah pacar gue (yang notabene sekampus juga sama gue). Gue pergi
liburan kesana selama 6 hari dengan budget
1,5 juta. Tapi untungnya, dengan budget segitu
gue merasa cukup. Soalnya, makan di Yogyakarta murah-murah dan enak-enak semua.
Beda sama di Tangerang. Harga mahal, tapi makanannya gak enak. Dan pas gue ke
sana, gue langsung nyaman banget. Mulai dari lalu lintasnya yang teratur. Walaupun
lampu merahnya lama. Mereka sabar. Gak nyerobot-nyerobot. Terus ada jalanan khusus
motor yah untuk motor. Untuk mendahului, di kanan jalan. Beda sama di
Tangerang. Kalau udah macet kena lampu merah, nyari celah buat nerobos
kemacetan.
Terus orang Yogyakarta
ramah-ramah banget gak kayak tempat gue tinggal, di Tangerang. Terus orang-orangnya
disiplin banget. Pokoknya disiplin banget. Jadi, gue nyewa mobil buat keliling
Yogyakarta. Dan gue SMS supirnya buat dateng jam 9 pagi buat jemput di Home Stay. Keesokan harinya, jam 9 pagi,
Beliau udah di depan gerbang home stay.
Gila! Disiplin banget. Coba kalau di Tangerang. Di suruh dateng jam 9 pagi
malah berangkatnya jam 9 pagi.
Dari kecil gue
suka minum es. Tapi, sayangnya, selesai minum es tersebut. Beberapa hari
kemudian gue malah batuk dan radang tenggorokan. walaupun sering sakit habis minum es,
gue tetep aja selalu minum es. Asal gak ketahuan sama orang tua gue. Soalnya gue
ngeri di ocehin lagi. Bikin kuping panas. tapi, walaupun umur gue sekarang udah 21 tahun. kalau gue minum es kayak gitu. tenggorokan gue masih aja sakit. mungkin aja minuman berasanya mengandung ulet bulu kali, yah. bikin tenggorokan gue gatel dan sakit.
gue suka sama lagu Payung Teduh. gue mulai suka, gara-gara waktu itu gue ngerjain projek stop motion buat pacarnya temen gue, di kantornya di Kebon Nanas dulu. jadi waktu gue ngerjain stop motion-nya. dia selalu muterin satu album payung teduh di Youtube. dan gara-gara hal itu, gue pun mulai suka. lagu Payung Teduh yang sering gue puter terus saat di rumah adalah Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan. gue suka lagunya karena nadanya yang membuat gue seperti berada di sebuah pesisir pantai dengan suara ombak yang membuat pikiran gue tenang. tapi, gak cuman lagu itu doang. masih banyak lagi lagunya ternyata yang lebih enak. tapi, tetep. Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan adalah lagu andalan gue di Album Payung Teduh yang berjudul Dunia Batas.


