Gue Riwandi. Dan, gue saat ini kuliah memasuki semester 8. Selama
gue kuliah, hal-hal yang gue takuti saat ini adalah skripsi. Dan alhamdulillah,
semester 8 gue belum skripsi. Soalnya, masih banyak matakuliah yang belum
diambil. Sekisar 15 SKS lagi. Kalau ada yang nanya, ‘Kenapa kok masih banyak
matakuliahnya? Kamu bego ya?’ Bukan. Gue nggak bego. Alasan gue masih banyak
sisa matakuliah adalah untuk menghindari SKRIPSHIT ini. Soalnya, skripsi gue
nanti ini disuruh buat alat. Kenapa skripsi gue membuat alat? Karena gue
mengambil jurusan Sistem Komputer. Kalau skripsi gue membuat Hotel bintang 5. Itu
namanya kurang kerjaan. Lagian gue juga gak punya duit buat ngebangun hotel. Kecuali
hotel di monopoli. Alasan gue ngambil jurusan Sistem Komputer ini adalah…
karena gak ada pilihan lain. Jujur, niat awal gue itu mau ngambil jurusan Sastra
Indonesia di UNJ. Tapi, gue gak masuk. Soalnya, gue gak ikut SBMPTN-nya. Gue cuman
bayar pendaftarannya doang. Ikut mah nggak. Gokil kan? sebenarnya gue mau ikut
tes-nya. Cuman masalahnya, jadwalnya bentrok banget. Jadi waktu itu gue lagi
tes wawancara di Poltek GT (Gajah Tengkurep). Jadi gak bisa deh buat ikutan tes
SBMPTN. Dan akhirnya, gue masuk Perguruan Tinggi di daerah Tangerang. Dan ngambil
jurusan Sistem Komputer ini. Dan akhirnya, setelah semester 5 gue berfikir dan
yakin banget. Karena gue ini, SALAH JURUSAN. Kalau salah jalan mah gampang
tinggal muter balik. Lah, ini, gue salah jurusan kuliah. Mau ganti, udah
semester 5. Mau berhenti, gak dianggap anak di rumah. Akhirnya gue memutuskan
untuk.. jadi kucing.
sekarang gue lagi pusing banget. salah satu hal yang bikin gue pusing adalah, siapa orang yang pertama kali, bilang "bulat"?? serius! itu masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa di pecah kan. mungkin terbuat dari plastik kali, ya. jadi gak bisa di pecah kan. oke gue ngelantur.
Jika aku jatuh cinta padamu, apa yang akan kamu lakukan??
Apakah kamu ingin membunuhku??
Apakah kamu ingin menyesali perkenalan kita sejauh ini??
Atau, kamu ingin mati saja. setelah mendengar sebuah kejujuran dari bibir ini??
Kamu
tahu tidak? Kalau aku itu, menyukaimu?
Jika kamu tidak tahu, baiklah, Aku akan
memberitahumu. Bahkan jika kau mau, Aku akan menceritakannya detil. Itu sih,
jika kau mau.
Semalam, Aku bermimpi. Dan kebetulan, di sana ada dirimu juga. Rasanya, aku ingin menceritakan mimpi ku ini kepadamu. Tapi, mulut ku ragu untuk mengatakannya padamu. Jadilah aku ingin menceritakannya di sini. Agar engkau baca.
Sebelum masuk ke dalam mimpi ku, Aku ingin menceritakan sedikit, kenapa Aku bisa mendapatkan mimpi seindah ini??
Ini berawal dari rumahmu. Berjumpa denganmu. Melihat dirimu memakai kerudung berwarna cream. Memakai baju lengan panjang dengan warna biru tua dan garis putih. Memakai rok panjang dengan warna yg terang. Sungguh, kamu sangat manis malam itu. Terutama lagi, engkau duduk di sebelah ku. Aku merasa bahagia waktu malam itu. Sesederhana itu diriku bahagia. Bila duduk bersebelahan denganmu.
Itu lah, itu lah sebab mengapa aku bisa bermimpi seindah itu. Aku bermimpi, kau selalu menemani ku di saat diriku terpuruk, di saat aku mendapatkan gigs Stand Up, maupun di saat diriku sedang bahagia. Menemaniku yang tidak punya apa-apa, sampai menjadi orang yang punya. Lalu, aku pergi ke rumahmu. Bertemu dengan orangtuamu, untuk melamar dirimu dan di terima.
Di situ, Aku merasa bahagia sekali. Bahagia sekali bisa meminangmu. Tapi, sayangnya, pagi membagun kan Ku. Walaupun sedikit kecewa karena terbangun, setidaknya, Aku bisa bermimpi dengan sangat indah. Semoga saja, engkau membaca ini. Dan, semoga, kamu tidak marah padaku. Karena cerita ini, banyak yang baca juga.
Tapi jangan khawatir, Aku akan membelikan es krim untuk mu. Karena kau, adalah moodbooster ku. :)
Sebelum masuk ke dalam mimpi ku, Aku ingin menceritakan sedikit, kenapa Aku bisa mendapatkan mimpi seindah ini??
Ini berawal dari rumahmu. Berjumpa denganmu. Melihat dirimu memakai kerudung berwarna cream. Memakai baju lengan panjang dengan warna biru tua dan garis putih. Memakai rok panjang dengan warna yg terang. Sungguh, kamu sangat manis malam itu. Terutama lagi, engkau duduk di sebelah ku. Aku merasa bahagia waktu malam itu. Sesederhana itu diriku bahagia. Bila duduk bersebelahan denganmu.
Itu lah, itu lah sebab mengapa aku bisa bermimpi seindah itu. Aku bermimpi, kau selalu menemani ku di saat diriku terpuruk, di saat aku mendapatkan gigs Stand Up, maupun di saat diriku sedang bahagia. Menemaniku yang tidak punya apa-apa, sampai menjadi orang yang punya. Lalu, aku pergi ke rumahmu. Bertemu dengan orangtuamu, untuk melamar dirimu dan di terima.
Di situ, Aku merasa bahagia sekali. Bahagia sekali bisa meminangmu. Tapi, sayangnya, pagi membagun kan Ku. Walaupun sedikit kecewa karena terbangun, setidaknya, Aku bisa bermimpi dengan sangat indah. Semoga saja, engkau membaca ini. Dan, semoga, kamu tidak marah padaku. Karena cerita ini, banyak yang baca juga.
Tapi jangan khawatir, Aku akan membelikan es krim untuk mu. Karena kau, adalah moodbooster ku. :)
Saya adalah kaum minoritas. Bukan, bukan karena agama saya, ras saya, bahkan suku saya. Ini adalah soal perasaan. Soal hati. Karena saya adalah jomblo yang sudah menempuhi masa lajang selama 6 tahun. Lihat, 6 tahun mejomblo. Kalian bisa bayangkan semiris apa saya? Se-berdebunya apa hati saya? Karena saking lamanya saya mejomblo. Debu-debu yang ada di hati saya ini, mungkin bisa di pakai untuk tayamum. Mungkin saja hati saya ini ada piramidanya?


