Riwandi. Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • About
Behance facebook Instagram

Riwandi





Gue Riwandi. Dan, gue saat ini kuliah memasuki semester 8. Selama gue kuliah, hal-hal yang gue takuti saat ini adalah skripsi. Dan alhamdulillah, semester 8 gue belum skripsi. Soalnya, masih banyak matakuliah yang belum diambil. Sekisar 15 SKS lagi. Kalau ada yang nanya, ‘Kenapa kok masih banyak matakuliahnya? Kamu bego ya?’ Bukan. Gue nggak bego. Alasan gue masih banyak sisa matakuliah adalah untuk menghindari SKRIPSHIT ini. Soalnya, skripsi gue nanti ini disuruh buat alat. Kenapa skripsi gue membuat alat? Karena gue mengambil jurusan Sistem Komputer. Kalau skripsi gue membuat Hotel bintang 5. Itu namanya kurang kerjaan. Lagian gue juga gak punya duit buat ngebangun hotel. Kecuali hotel di monopoli. Alasan gue ngambil jurusan Sistem Komputer ini adalah… karena gak ada pilihan lain. Jujur, niat awal gue itu mau ngambil jurusan Sastra Indonesia di UNJ. Tapi, gue gak masuk. Soalnya, gue gak ikut SBMPTN-nya. Gue cuman bayar pendaftarannya doang. Ikut mah nggak. Gokil kan? sebenarnya gue mau ikut tes-nya. Cuman masalahnya, jadwalnya bentrok banget. Jadi waktu itu gue lagi tes wawancara di Poltek GT (Gajah Tengkurep). Jadi gak bisa deh buat ikutan tes SBMPTN. Dan akhirnya, gue masuk Perguruan Tinggi di daerah Tangerang. Dan ngambil jurusan Sistem Komputer ini. Dan akhirnya, setelah semester 5 gue berfikir dan yakin banget. Karena gue ini, SALAH JURUSAN. Kalau salah jalan mah gampang tinggal muter balik. Lah, ini, gue salah jurusan kuliah. Mau ganti, udah semester 5. Mau berhenti, gak dianggap anak di rumah. Akhirnya gue memutuskan untuk.. jadi kucing.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
sekarang gue lagi pusing banget. salah satu hal yang bikin gue pusing adalah, siapa orang yang pertama kali, bilang "bulat"?? serius! itu masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa di pecah kan. mungkin terbuat dari plastik kali, ya. jadi gak bisa di pecah kan. oke gue ngelantur.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Jika aku jatuh cinta padamu, apa yang akan kamu lakukan??
Apakah kamu ingin membunuhku??
Apakah kamu ingin menyesali perkenalan kita sejauh ini??
Atau, kamu ingin mati saja. setelah mendengar sebuah kejujuran dari bibir ini??
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kamu tahu tidak? Kalau aku itu, menyukaimu?

Jika kamu tidak tahu, baiklah, Aku akan memberitahumu. Bahkan jika kau mau, Aku akan menceritakannya detil. Itu sih, jika kau mau.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Semalam, Aku bermimpi. Dan kebetulan, di sana ada dirimu juga. Rasanya, aku ingin menceritakan mimpi ku ini kepadamu. Tapi, mulut ku ragu untuk mengatakannya padamu. Jadilah aku ingin menceritakannya di sini. Agar engkau baca.


Sebelum masuk ke dalam mimpi ku, Aku ingin menceritakan sedikit, kenapa Aku bisa mendapatkan mimpi seindah ini??

Ini berawal dari rumahmu. Berjumpa denganmu. Melihat dirimu memakai kerudung berwarna cream. Memakai baju lengan panjang dengan warna biru tua dan garis putih. Memakai rok panjang dengan warna yg terang. Sungguh, kamu sangat manis malam itu. Terutama lagi, engkau duduk di sebelah ku. Aku merasa bahagia waktu malam itu. Sesederhana itu diriku bahagia. Bila duduk bersebelahan denganmu.

Itu lah, itu lah sebab mengapa aku bisa bermimpi seindah itu. Aku bermimpi, kau selalu menemani ku di saat diriku terpuruk, di saat aku mendapatkan gigs Stand Up, maupun di saat diriku sedang bahagia. Menemaniku yang tidak punya apa-apa, sampai menjadi orang yang punya. Lalu, aku pergi ke rumahmu. Bertemu dengan orangtuamu, untuk melamar dirimu dan di terima.

Di situ, Aku merasa bahagia sekali. Bahagia sekali bisa meminangmu. Tapi, sayangnya, pagi membagun kan Ku. Walaupun sedikit kecewa karena terbangun, setidaknya, Aku bisa bermimpi dengan sangat indah. Semoga saja, engkau membaca ini. Dan, semoga, kamu tidak marah padaku. Karena cerita ini, banyak yang baca juga.

Tapi jangan khawatir, Aku akan membelikan es krim untuk mu. Karena kau, adalah moodbooster ku. :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Saya adalah kaum minoritas. Bukan, bukan karena agama saya, ras saya, bahkan suku saya. Ini adalah soal perasaan. Soal hati. Karena saya adalah jomblo yang sudah menempuhi masa lajang selama 6 tahun. Lihat, 6 tahun mejomblo. Kalian bisa bayangkan semiris apa saya? Se-berdebunya apa hati saya? Karena saking lamanya saya mejomblo. Debu-debu yang ada di hati saya ini, mungkin bisa di pakai untuk tayamum. Mungkin saja hati saya ini ada piramidanya?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

About Me

You can call me wandi.

My Page Views

Follow Me On

  • Behance
  • Facebook
  • Instagram

My Visitors

Blog Archive

  • ▼  2018 (8)
    • ▼  April 2018 (2)
      • Review : Menu Baru Mcdonald Indonesia ; Nasi Dagin...
      • Review : Nasi Uduk Mcdonald Indonesia, Apakah Rasa...
    • ►  Maret 2018 (1)
    • ►  Februari 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (4)
  • ►  2017 (41)
    • ►  Desember 2017 (5)
    • ►  November 2017 (5)
    • ►  Oktober 2017 (4)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  Agustus 2017 (4)
    • ►  Juli 2017 (3)
    • ►  Juni 2017 (3)
    • ►  Mei 2017 (4)
    • ►  April 2017 (3)
    • ►  Maret 2017 (3)
    • ►  Februari 2017 (1)
    • ►  Januari 2017 (4)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Desember 2016 (3)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  Oktober 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (3)
    • ►  April 2016 (1)
    • ►  Maret 2016 (1)
    • ►  Februari 2016 (2)
  • ►  2015 (30)
    • ►  November 2015 (8)
    • ►  Oktober 2015 (3)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (8)
    • ►  Februari 2015 (1)
    • ►  Januari 2015 (6)
  • ►  2014 (61)
    • ►  Desember 2014 (3)
    • ►  November 2014 (6)
    • ►  September 2014 (17)
    • ►  Agustus 2014 (6)
    • ►  Juli 2014 (3)
    • ►  Juni 2014 (11)
    • ►  Mei 2014 (3)
    • ►  April 2014 (3)
    • ►  Februari 2014 (3)
    • ►  Januari 2014 (6)
  • ►  2013 (11)
    • ►  Desember 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (2)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Agustus 2013 (3)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Januari 2013 (1)

Komunitas Warung Blogger

Created with by ThemeXpose | Copyright © Riwandi 2020