Riwandi. Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • About
Behance facebook Instagram

Riwandi





Gue Riwandi. Dan, gue saat ini kuliah memasuki semester 8. Selama gue kuliah, hal-hal yang gue takuti saat ini adalah skripsi. Dan alhamdulillah, semester 8 gue belum skripsi. Soalnya, masih banyak matakuliah yang belum diambil. Sekisar 15 SKS lagi. Kalau ada yang nanya, ‘Kenapa kok masih banyak matakuliahnya? Kamu bego ya?’ Bukan. Gue nggak bego. Alasan gue masih banyak sisa matakuliah adalah untuk menghindari SKRIPSHIT ini. Soalnya, skripsi gue nanti ini disuruh buat alat. Kenapa skripsi gue membuat alat? Karena gue mengambil jurusan Sistem Komputer. Kalau skripsi gue membuat Hotel bintang 5. Itu namanya kurang kerjaan. Lagian gue juga gak punya duit buat ngebangun hotel. Kecuali hotel di monopoli. Alasan gue ngambil jurusan Sistem Komputer ini adalah… karena gak ada pilihan lain. Jujur, niat awal gue itu mau ngambil jurusan Sastra Indonesia di UNJ. Tapi, gue gak masuk. Soalnya, gue gak ikut SBMPTN-nya. Gue cuman bayar pendaftarannya doang. Ikut mah nggak. Gokil kan? sebenarnya gue mau ikut tes-nya. Cuman masalahnya, jadwalnya bentrok banget. Jadi waktu itu gue lagi tes wawancara di Poltek GT (Gajah Tengkurep). Jadi gak bisa deh buat ikutan tes SBMPTN. Dan akhirnya, gue masuk Perguruan Tinggi di daerah Tangerang. Dan ngambil jurusan Sistem Komputer ini. Dan akhirnya, setelah semester 5 gue berfikir dan yakin banget. Karena gue ini, SALAH JURUSAN. Kalau salah jalan mah gampang tinggal muter balik. Lah, ini, gue salah jurusan kuliah. Mau ganti, udah semester 5. Mau berhenti, gak dianggap anak di rumah. Akhirnya gue memutuskan untuk.. jadi kucing.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
sekarang gue lagi pusing banget. salah satu hal yang bikin gue pusing adalah, siapa orang yang pertama kali, bilang "bulat"?? serius! itu masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa di pecah kan. mungkin terbuat dari plastik kali, ya. jadi gak bisa di pecah kan. oke gue ngelantur.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Jika aku jatuh cinta padamu, apa yang akan kamu lakukan??
Apakah kamu ingin membunuhku??
Apakah kamu ingin menyesali perkenalan kita sejauh ini??
Atau, kamu ingin mati saja. setelah mendengar sebuah kejujuran dari bibir ini??
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kamu tahu tidak? Kalau aku itu, menyukaimu?

Jika kamu tidak tahu, baiklah, Aku akan memberitahumu. Bahkan jika kau mau, Aku akan menceritakannya detil. Itu sih, jika kau mau.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Semalam, Aku bermimpi. Dan kebetulan, di sana ada dirimu juga. Rasanya, aku ingin menceritakan mimpi ku ini kepadamu. Tapi, mulut ku ragu untuk mengatakannya padamu. Jadilah aku ingin menceritakannya di sini. Agar engkau baca.


Sebelum masuk ke dalam mimpi ku, Aku ingin menceritakan sedikit, kenapa Aku bisa mendapatkan mimpi seindah ini??

Ini berawal dari rumahmu. Berjumpa denganmu. Melihat dirimu memakai kerudung berwarna cream. Memakai baju lengan panjang dengan warna biru tua dan garis putih. Memakai rok panjang dengan warna yg terang. Sungguh, kamu sangat manis malam itu. Terutama lagi, engkau duduk di sebelah ku. Aku merasa bahagia waktu malam itu. Sesederhana itu diriku bahagia. Bila duduk bersebelahan denganmu.

Itu lah, itu lah sebab mengapa aku bisa bermimpi seindah itu. Aku bermimpi, kau selalu menemani ku di saat diriku terpuruk, di saat aku mendapatkan gigs Stand Up, maupun di saat diriku sedang bahagia. Menemaniku yang tidak punya apa-apa, sampai menjadi orang yang punya. Lalu, aku pergi ke rumahmu. Bertemu dengan orangtuamu, untuk melamar dirimu dan di terima.

Di situ, Aku merasa bahagia sekali. Bahagia sekali bisa meminangmu. Tapi, sayangnya, pagi membagun kan Ku. Walaupun sedikit kecewa karena terbangun, setidaknya, Aku bisa bermimpi dengan sangat indah. Semoga saja, engkau membaca ini. Dan, semoga, kamu tidak marah padaku. Karena cerita ini, banyak yang baca juga.

Tapi jangan khawatir, Aku akan membelikan es krim untuk mu. Karena kau, adalah moodbooster ku. :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Saya adalah kaum minoritas. Bukan, bukan karena agama saya, ras saya, bahkan suku saya. Ini adalah soal perasaan. Soal hati. Karena saya adalah jomblo yang sudah menempuhi masa lajang selama 6 tahun. Lihat, 6 tahun mejomblo. Kalian bisa bayangkan semiris apa saya? Se-berdebunya apa hati saya? Karena saking lamanya saya mejomblo. Debu-debu yang ada di hati saya ini, mungkin bisa di pakai untuk tayamum. Mungkin saja hati saya ini ada piramidanya?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Karena masih bernuansa Halloween. Gue ingin menceritakan hal yang menyeramkan yang terjadi dalam hidup gue akhir-akhir ini. bahkan, ketika gue ingin menulis cerita ini, gue sampai merinding, ternyata gue kedinginan. sebelum masuk ke cerita, alangkah baiknya kalian membaca doa terlebih dahulu. agar, ketika kalian membaca ini, arwah gentayangan tidak akan mengganggu kalian.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Ini ekspektasi ku...
Di mana aku mengharapkan sesuatu yang lebih, ketika aku merencanakan sesuatu...
Rencana yang aku buat, rencana yang aku pikirkan. ternyata tak sesuai apa yang aku harapkan..
semua realita yang terjadi, aku tak pernah bisa menerimanya. aku merasa kecewa. sangat kecewa..

aku mencoba memejamkan mata ku. dan membukanya kembali. kenapa hal ini bisa terjadi? apakah ini sudah takdir-nya? sebuah ekspektasi tidak akan pernah bisa menjadi kenyataan yang fana? apakah ekspektasi hanya bisa di lakukan  di dunia roh saja? apakah mungkin aku harus mati, agar ekspektasi ku bisa menjadi kenyataan yang fana?

mungkinkah? entah. aku hanya bisa bertanya-tanya kepada diriku. mengapa ekspektasi tak pernah bisa jadi kenyataan yang fana? aku ingin sekali bercerita bagaimana ekspektasi ini terjadi dan membuat diriku menjadi kecewa...

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Mmmbb.... Mmbbbb.... Mmmbb... (nyari Punchline).

Okeh, boleh minta tepuk tangannya dulu, gak? tapi jangan sebelah. Soalnya udah pernah ngerasain.

Stand Up Comedy atau bahasa yang lebih kerennya Pelawak Tunggal ini. Sekarang lagi ramai-ramainya di minati oleh banyak kalangan terutama di Indonesia. Jujur, gue kenal Stand Up Comedy ini dari tahun 2011 oleh temen gue di sebuah warnet Citra Raya, Tangerang. Awalnya kita nyari tugas di warnet. Nah, karena tugasnya sudah di dapatkan, temen gue pun me-recommend-kan sebuah video di Youtube ini. Lalu, temen gue ini mengetik keyword Raditya Dika.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sungguh menyesal tiada tara. Benar adanya, bahwa penyesalan datangnya di akhir. Setelah melakukan hal yang membuat gue menyesal selama hidup gue ini. Gue gak akan lagi mengulanginya. Walau khilaf sedikit. Jujur, berawal dari sebuah keisengan akan berakhir menjadi sebuah penyesalan. Sungguh sangat menyesal.

Berawal ingin berobat ke klinik, lalu ke rumah temen sebentar dan jemput adik les. Berakhir menjadi titik di mana penyesalan ini di mulai.

Jujur, sejujur-jujurnya. Tadinya gue berniat berobat dan di akhiri jemput adik. Gara-gara ide aneh lewat begitu saja. Akhirnya gue dengan teman gue membuat Challange. Yah, challange yang membuat gue menyesal se-umur hidup gue.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Semakin naik Semester, semakin males gue untuk masuk kuliah. Entah kenapa, efek kenaikan semester ini membuat gue jadi Mahasiswa yang pemalas. Mulai dari malas buat mandi (apa lagi kalau matakuliah pagi-pagi banget, bikin mager), males berangkat kuliah, males masuk kelas (ujung-ujungnya ke perpustakaan, nyolongin wi-fi gratisan), dan males ngerjain tugas.

Entah ada apa dengan diri gue ini, yang tadinya mahasiswa rajin, malah jadi males gini. Atau mungkin ini adalah efek terlalu lama sendiri? mungkin. Dari efek yang timbul dari kemalasan ini. IPK gue jadi drop abis. IPK Semester dua gue dapet 2,99 yang tadinya 3,27. Yah, gue turun drastis.

Gara-gara itu, TOEFL gue gagal (yah, gue gak dapet contekan). Nilai matakuliah English 2 gue C.
Dan absensi gue berantakan kayak kamar laki-laki. Pecah banget! Bener kata mahasiswa-mahasiswa terdahulu. Semakin tinggi semester, semakin males lah kita. Dan salah satu contohnya adalah gue sendiri. Atau mungkin masih banyak mahasiswa yang malasnya ngalahin gue.

Awalnya gue meniatkan di Semester 3 ini, gue akan rajin masuk, tapi ujung-ujungnya males juga. Banyak absen yang bolong-bolong di setiap matakuliah  (untungnya gue bisa ikutan UTS. Ajib). Dan gue pun mencoba mencari tahu, apa penyebabnya gue menjadi pemalas seperti saat ini. Kata temen deket gue, mungkin karena patah hati oleh wanita. Tapi enggak juga, sih.

Banyak temen kampus gue yang selalu menanyakan kenapa gue jadi males-malesan akhir ini. Dan gue cuman bisa menjaawab, Nggak tau!!

Gue bingung dengan hal ini. Apa penyebabnya, sampai saat ini, gue jadi males kuliah. Dari temen-temen semua. Adakah kalian seperti gue ini?? bisakah kalian berikan solusi kepada gue, yang sedang kalang kabut ini??
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kalau liburan semester, hidup terasa membosankan. Yang biasanya bangun tidur kuliah/sekolah. Sekarang cuman bangun setengah sadar sambil ngeliatin ke arah jarum jam yang terus bergerak tiap detiknya. Terkadang gue bingung buat ngelakuin kegiatan-kegiatan selama liburan selama 3 bulan ini. Yah, yang kuliah kalau libur gak nanggung-nanggung.

Dulu, pas masih SMK. Kalau masih sekolah penginnya cepet-cepet libur. Pas di kasih libur, ternyata liburnya cuman 2 minggu. Eh, pas gue udah kuliah. Di kasih libur 3 bulan, gue malah pengin di kurangin jadi 3 minggu. Memang, manusia gak pernah bersyukur kalau di kasih kelebihan/kekurangan oleh Tuhan. Yah, namanya juga manusia. Susah hidup bersyukur.

Banyak orang bilang kalau hidup mereka sudah bersyukur. Tetapi, menurut gue mereka masih belum di bilang hidup bersyukur. Yang tadi udah gue jelasin di atas. Mereka selalu merasa kekurangan akan hidup di dunia ini.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Waktu gue Masih SD, banyak yang gue takuti. Misalnya, kuntil anak, pocong dan papah selingkuh. Oke, yang terakhir itu bercanda. Gue gak mau jadi anak durhaka. Gue gak mau di masukin ke dalem kuah mpek-mpek. Terus gara-gara ketakutan dengan hal-hal itu. Ketika gue ke warung malem-malem aja, gak berani. Padahal jarak warung sama rumah cuman 500 ribu langkah kaki babi. Iyah, babi ngesot. Babi yang salah pergaulan. Babi yang melakukan seks bebas dengan suster ngesot gara-gara kehilafannya. Gue juga bingung, kenapa suster ngesot mau aja ditidurin sama seekor babi?? Apakah babinya ini adalah cut pat kai??  Jadi, si suster ngesot ini jadi terhipnotis akan rayuannya?? Entahlah...

Btw, kok gue jadi ngomongin hubungan mereka yah?? Bodo amat deh.
Tapi, sebenernya ada yang lebih menyeram kan daripada pocong sama suster ngesot salah pergaulan. Yaitu, potong titit alias Sunat. Bagi anak SD, potong titit adalah hal yang paling menyeramkan. Mendengarkan kalimat "kamu sunat kapan??" Dari orang dan temen-temen bikin bulu kutil gue merinding. Setiap kali orang yang menanyakan itu ke gue. Gue cuman bisa jawab "gak tau, gue gak mau disunat. Sakit. Pake gunting kan, sunatnya?? Kalau pake gunting, biar gue aja yang gunting sendiri." Jawab gue wktu itu, masih polos. Terus temen gue bales lagi "tapi, kalau kamu sunatnya lama. Titit kamu disunat pake kampak tau..." Kata temen gue. Mulutnya sambil monyon-monyong kayak anjing laut kena stroke. Gue pun cuman bengong kayak babi kesurupan. Setelah mendengarkan ocehan dan dorongan temen-temen pedofil gue. Akhirnya gue kelas 3SD sunat.

Awalnya gue takut. akhirnya gue coba bertanya-tanya sama bokap gue. "Pak, kalau sunat sakit gak sih??" Tanya gue. Lembut. Terus bokap gue bales "kayak digigit semut, kok." terus, gue berfikir. Gilak!! Kayak digigit semut!! Gue aja digigit semut item yang bisa terbang aja nangis kejer-kejer!! Apalagi disunat?! Karena ketakutan itu, pas  titit gue mau dipotong. Gue selalu baca Istighfar. Siapa tau kan gue malah disunat sama jin. Setelah selesai dipotong tititnya. Akhirnya, gue seneng. Gue pun melihat ke aran titit gue yang bentuknya cukup bagus yang dibungkusi oleh sarung. Gara-gara itu, sekarang gue jalan jadi ngangkang. Gue berasa jadi siluman kepiting.

Setelah sampai di rumah. Banyak orang berkerdatangan ke rumah gue. Yang ingin melihat titit gue yang baru. Gue merasa bangga dengan diri gue sendiri karena mempunyai titit yang baru. Orang-orang satu demi satu berdatangan dan ngasihin amplop dan mainan kepada gue. Gue seneng banget.
Tapi, beberapa menit kemudian. Kesenengan itu berubah jadi jeritan nenek kesurupan.

Baal gue abis. Gue jerit-jerit menahan sakit akibat berontaknya titit gue ini. Gue merasa, titit gue ada yang merasupi. Hingga titit gue jadi sakit begini. Gue waktu itu cuman teriak dan kejer. Sambil mina tolong ke bokap gue suruh kipasin titit gue yang sakit dan kepanasan. Namun, setelah beberapa bulan kemudian. Akhirnya titit ini mulai sembuh. Yang tadinya gue jalan ngangkang sekarang udah kembali normal. Akhirnya, ketakutan di sunat pun mulai pudar. Takut melihat pocong dan kuntil anak sedikit memudar. Dan akhirnya... Gue menjadi cowok sejati. Cowok yang tidak takut hal itu lagi.

Tapi, sekarang, ketika gue sudah kuliah. Gue masih merasakan ketakutan. Yaitu, takut patah hati. Semoga saja ketakutan tentang ini akan segera hilang. Semoga saja.
Share
Tweet
Pin
Share
11 komentar
Hari  yang di tunggu-tunggu ini telah tiba. Mungkin, dari kalangan semua mahasiswa dan mahasiswi di seluruh Indonesia pasti mewanti-wanti hari ini. Yeh!! Hari libur. Hari di mana Kita membantai UAS satu per satu yang membuat otak kita mencret dan mengalami stroke ringan telah selesai. Hari di mana kita untuk ber-refreshing dan mencari ketenangan hidup dateng juga. Yeh!!  Wooooo....

Setelah seminggu membantai satu per satu UAS dan sedikit mengalami pendarahan otak ketika mengerjakan soal English for IT dengan 140 soal biadab itu. Akhirnya terbasmi sudah. Tapi, di balik kesenenangan ini ada kekecewan yang sangat amat mendalam. Ternyata, walaupun gue libur masuk ampe tanggal 9 februari, gue masih sedih. Gue bingung dan sedih kalau udah liburan panjang gini. Sebagai mahasiswa, gue bingung mau liburan ke mana. Pengen ke pantai tapi, gak punya duit. Mau nongkrong di cafe (kayak anak gaul zaman sekarang gitu) gak punya duit. Pengen nonton di bioskop, gak ada temen sama gak punya duit.

Seakan-akan, kebahagiaan atau kesenengan yang kita ingin kan, sekarang harus pake duit. Kayak pepatah di negeri seberang yang berbunyi "tak ada uang, abang melayang" memang gak nyambung. Hufftt... Biasanya ketika liburan dulu, pas masih sekolah. Biasanya gue main ke rumah temen. Kadang kita kumpul, bikin project absurd. Sekarang, semenjak kita lulus, semuanya berubah. Gak sama kayak dulu. Udah gak asik lagi kalau udah dapet liburan panjang kayak gini. Seakan-akan gue pengin cepet-cepet masuk kuliah biar ( dapet uang jajan dan) ngobrol bareng temen.

Hufftt.... 
Waktu cepet sekali berputar dan menguras kebahagiaan bersama temen dulu. Seandainya gue punya mesin waktu kayak di Doraemon itu. Mungkin, gue mau balik ke masa-masa sekolah di SMA dulu. Membuat kebahagiaan bersama temen lama.

Hufft...
Seandainya hidup ini seperti anime Doraemon yah....
Jadi, apa yang kalian penginin kalau di dunia ini seperti anime Doraemon???
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ada 3 tipe dalam hubungan. 1) hubungan jarak dekat 2) hubungan jarak jauh 3) hubungan sendiri. Diantara 3 hubungan, yang paling ngenes mungkin hubungan sendiri. Tapi, dalam sudut pandang yang gue liat, hubungan jarak jauh lah yang paling ngenes. Yah, LDR (Long Distance Relationship). LDR adalah di mana kita pacaran yang jarak pacar kita di Jakarta dan kita ada di Bekasi. Dalam hubungan LDR, pasti kita merasakan kesepian di hari-hari biasa. Sendiri, meratap kesedihan dalam hubungan jarak jauh. Gak sangka LDR selalu dapet julukan yang lain, yaitu, pacaran rasa jomblo.

Banyak orang-orang LDR ini selalu sedih dan kandas hubungannya karena terlalu capek untuk bulak-balik ke rumah pacar tiap malam minggu atau weekend (bener gak sih nulisnya??). Karena kita membutuhkan pasangan kita ada di samping kita. Menjalani kebahagaiaan bersama. Berdua menjalani cinta bersama. Itu lah yang diharap kan oleh LDR. Ingin selalu dekat dengan pasangannya. Karena LDR, salah satu dari pasangan kita ada yang selingkuh. Karena orang yang LDR ingin membutuhkan orang yang ada di dekatnya. Meminjam telinganya dan pundaknya untuk bersandar.

Itulah penyebabnya orang yang LDR hubungannya terlalu singkat untuk dijalani. Karena sudah terlalu capek untuk merindu dengan pasangan yang jauh di sana. Sehingga mereka yang LDR memilih untuk menjalani hubungan sendiri. Menjadi jomblo sesungguhnya. Bukan untuk menjadi pacaran rasa jomblo. Sebagai LDR, kita gak mungkin menjalani hubungan jarak jauh seperti ini terus. Capek rasanya. Sakit rasanya menjalani cinta yang seperti ini. Rasanya, hubungan yang seperti ini seharusnya ditiadakan. Agar orang yang mempunyai pasangan, bisa merasakan hubungan yang indah. Menjalani kebahagiaan bersama.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Gak ada angin gak ada kancut, tiba-tiba dosen English gue kayak singa PMS. Marah-marah melulu. Entah sebabnya apa, pas masuk ruangan marah-marah terus kerjaannya. Mungkin mensnya gak teratur, mungkin barangnya ilang atau mungkin jangan-jangan dia dapet kabar burung limbad ternyata anaknya manusia harimau?? Atau lebih seremnya lagi, dia baru dapet wangsit harus ngajar seperti harimau kesurupan?? Marah terus.

Kejadiannya kemarin, pas hari jum'at. Awalnya sih mah biasa aja. Gak marah-marah, gak ngupil dan gak cebok pake byclin. Biasa aja. Pas udah mulai pembelajaran, dosennya langsung cuap-cuap ngeluarin aumannya 'Kenapa pada jadi males gini sih, ya??' Saut dosen gue. Dengan tubuhnya yg tidak terlalu gempal, berkacamata bingkai kuningan dan frame yg kecil menggantung di matanya dan selalu mengucapkan kata "Ya" dalam akhir kalimat setelah dia cuap-cuap. 

Akhirnya kita cuman bisa diem, melongo kayak babi conge. 'Saya jadi males buat nambahin nilai UTS kalian. Udah nilainya kecil-kecil, jarang masuk!!' Sontak dosen gue. Semuanya diem lagi. Ada yang sibuk main iPad, mainin upil terus ada yang mainin iPad sambill ngupil. 'Ini diabsennya masuk tapi kenapa di dalem sedikit??!!' 'Ibu jadi males buat nambahin nilai kalian!!'

'Ya iyalah bu nilainya kecil semua. Soalnya ada 140 soal. Kampret emang' gumam gue dalem hati. Kalau ngomong langsung takut gak lulus. Akhirnya dosen itu ngambil transkip nilai di ruangan dosen dan membocorkan nilai-nilai kita yg berantakan seperti gembel. Dan akhirnya dosen itu balik lagi ke dalem ruangan. Terus langsung membeberkan nilai-nilai kita.

'Nilainya pada kecil-kecil semua ini. Yang paling besar cuman.... Ahmad Bahri, dapet 42'
'Wow!!' Sontak gue. Si anak vvota dapet nilai 42. Kampret. Terus dosennya melanjuti membeberkan nilai kita 'Saya tambahkan nilai kamu jadi 60 yah. Karena kamu masuk terus' kata dosen gue ke si anak vvota. Dan pas bagian manggil nama yang absen langsung cabut. Tiba-tiba dosennya marah lagi. Sekarang bukan kayak singa PMS tapi kayak gorilla PMS.  Setelah mereda, akhirnya nilai gue di sebutkan 'Riwandi??' 'Iyah bu??' Jawab gue. 'Kamu dapet nilai 20, saya tambahin jadi 30. Yang rajin belajarnya' 'I.. Iya bu, saya nanti (gak) bakal rajin belajar bu' jawab gue.


Setelah semua nilai sudah dibeberkan secara tidak berprikemahasiswaan. Akhirnya, dosen itu gak seperti harimau yang lagi kesurupan. Dan belajar dengan tenang kembali.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Apakah jomblo bisa hidup bahagia??

Jujur, gue selalu berfikir keras, saking kerasnya berfikir, otak gue lama – lama jadi kram kebanyakan mikir. Rambut gue berubah seketika, yang tadinya warna hitam sekarang jadi warna putih. Gue berasa jadi titisan hatta rajasa. Sewaktu gue kelas 1 SMP, dimana gue gak tau apa itu jomblo? Yang gue tau, gue adalah single alias enggak punya pacar. Gue yang pada waktu itu merasa hidup gue itu... enjoy dan bahagia. Dimana kebahagiaan gue pada waktu itu yang gue tau cuman main bareng temen sekelas, main game online bareng temen satu komplek dan mainin titit dikamar mandi. Enggak gue gak pernah.

            Sewaktu gue di kelas 2 SMP, gue merasa kebahagiaan yang gue lakuin waktu kelas 1 udah gak bisa lagi dilakuin. Kecuali mainin titit dikamar mandi (serius gue gak pernah). Gue bingung, gue harus cari kebahagiaan kaya gimana lagi. Biasanya jam istirahat main bareng temen sekelas. Sekarang mereka malah kekantin bareng pacarnya. Setelah balik sekolah, biasanya gue main game online bareng temen satu komplek. Mereka udah gak bisa, karena jalan sama pacarnya. Akhirnya gue mainan titit lagi dikamar mandi.

Kayaknya semua orang bisa jadi bahagia kalau mereka punya pacar. Tapi masalahnya cuman satu: nyari pacar itu susah. Lebih susah daripada lari maraton pake sendal refleksi. Dan usaha nyari pacar itu juga gak mudah. Kalau enggak sehati nanti bisa – bisa enggak cocok, terus putus, jomblo, nyari lagi deh. Maka dari itu, nyari pacar di ibaratkan makan nasi pake kaki. susahnya minta duit!!

to be continueeee... 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

About Me

You can call me wandi.

My Page Views

Follow Me On

  • Behance
  • Facebook
  • Instagram

My Visitors

Blog Archive

  • ▼  2018 (8)
    • ▼  April 2018 (2)
      • Review : Menu Baru Mcdonald Indonesia ; Nasi Dagin...
      • Review : Nasi Uduk Mcdonald Indonesia, Apakah Rasa...
    • ►  Maret 2018 (1)
    • ►  Februari 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (4)
  • ►  2017 (41)
    • ►  Desember 2017 (5)
    • ►  November 2017 (5)
    • ►  Oktober 2017 (4)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  Agustus 2017 (4)
    • ►  Juli 2017 (3)
    • ►  Juni 2017 (3)
    • ►  Mei 2017 (4)
    • ►  April 2017 (3)
    • ►  Maret 2017 (3)
    • ►  Februari 2017 (1)
    • ►  Januari 2017 (4)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Desember 2016 (3)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  Oktober 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (3)
    • ►  April 2016 (1)
    • ►  Maret 2016 (1)
    • ►  Februari 2016 (2)
  • ►  2015 (30)
    • ►  November 2015 (8)
    • ►  Oktober 2015 (3)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (8)
    • ►  Februari 2015 (1)
    • ►  Januari 2015 (6)
  • ►  2014 (61)
    • ►  Desember 2014 (3)
    • ►  November 2014 (6)
    • ►  September 2014 (17)
    • ►  Agustus 2014 (6)
    • ►  Juli 2014 (3)
    • ►  Juni 2014 (11)
    • ►  Mei 2014 (3)
    • ►  April 2014 (3)
    • ►  Februari 2014 (3)
    • ►  Januari 2014 (6)
  • ►  2013 (11)
    • ►  Desember 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (2)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Agustus 2013 (3)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Januari 2013 (1)

Komunitas Warung Blogger

Created with by ThemeXpose | Copyright © Riwandi 2020